BATURAJA – Bangunan megah tak selalu berarti manfaat. Di Desa Pusar, Kecamatan Baturaja Barat, sebuah gedung Pusat Kesehatan Desa (Pustu) bernilai ratusan juta rupiah justru lama tak berfungsi, seolah hanya menjadi monumen sunyi di tengah harapan warga.
Setelah berbulan-bulan terkunci dan dikelilingi semak liar, area gedung akhirnya mulai dibersihkan. Aktivitas ini terlihat pada Minggu (3/5/2026) sore, tak lama setelah sorotan publik menguat terkait mangkraknya fasilitas tersebut.
Namun, pembersihan ini belum menjawab persoalan utama. Gedung yang rampung sejak Desember 2025 itu tetap belum bisa digunakan. Warga pun masih harus bertahan dengan layanan kesehatan seadanya di fasilitas yang sempit.
Perencanaan Tak Sinkron, Alkes Jadi Alasan
Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Kesehatan OKU, Chairi Atmaja, mengakui adanya celah dalam perencanaan proyek ini.
Menurutnya, anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya mencakup pembangunan fisik gedung, sementara kebutuhan alat kesehatan tidak ikut terakomodasi.
Ia menjelaskan bahwa konsep Pustu saat ini sudah mengarah pada Integrasi Layanan Primer (ILP), yang menuntut fasilitas lebih lengkap layaknya mini Puskesmas. Tanpa alat kesehatan yang memadai, gedung tersebut belum bisa difungsikan.
Akibatnya, bangunan dengan 11 ruangan itu hanya berdiri tanpa aktivitas, meski secara administrasi telah dinyatakan selesai 100 persen.
Anggaran Tersedot Gaji, Perawatan Terabaikan
Masalah lain muncul dari keterbatasan anggaran daerah. Chairi mengungkapkan, sebagian besar dana di Dinas Kesehatan terserap untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Kondisi ini membuat anggaran untuk pemeliharaan fasilitas menjadi sangat minim. Tak heran jika gedung baru tersebut sempat terlihat terbengkalai dan tak terurus, bahkan dipenuhi semak belukar.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan publik soal pengelolaan anggaran dan prioritas pembangunan, terutama untuk sektor layanan dasar seperti kesehatan.
Janji Operasional Mei, Publik Menunggu
Di tengah kritik yang terus menguat, Dinas Kesehatan OKU kini memasang target baru. Operasional Pustu dijanjikan akan dimulai dalam waktu dekat, paling lambat pada pekan kedua Mei 2026.
Tenaga kesehatan seperti bidan dan perawat disebut sudah tersedia dan hanya menunggu penempatan.
Meski demikian, publik masih menaruh tanda tanya besar. Apakah janji ini benar-benar akan terealisasi, atau hanya menjadi respons sesaat untuk meredam sorotan?
Bagi warga Desa Pusar, yang dibutuhkan bukan sekadar bangunan, tetapi layanan kesehatan yang benar-benar hadir dan bisa diakses. (red)




