BATURAJA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) semakin menjadi perhatian seiring meningkatnya jumlah titik panas di wilayah Sumatera Selatan. Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten OKU mendapat tambahan dukungan berupa peralatan dan logistik penanggulangan karhutla dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan.
Bantuan yang nilainya hampir mencapai Rp700 juta itu diserahkan langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, Alva Elan.
Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan personel dan sarana penanganan bencana, terutama saat wilayah OKU memasuki periode puncak musim kemarau.
Mesin Pompa, APD hingga Paket Sembako
Paket bantuan yang diterima Pemerintah Kabupaten OKU terdiri dari berbagai perlengkapan penting untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran.
Di antaranya terdapat tiga unit mesin pompa air lengkap dengan perlengkapannya, 10 set alat pelindung diri (APD) bagi petugas pemadam, serta 100 paket logistik sembako yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan saat penanganan bencana.
Sekda OKU Alva Elan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui BPBD atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada daerah.
Menurutnya, tambahan peralatan tersebut akan meningkatkan kemampuan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
“Bantuan ini menjadi tambahan kekuatan bagi Pemerintah Kabupaten OKU dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Jumlah Hotspot di Sumsel Terus Meningkat
Penyaluran bantuan dilakukan di tengah meningkatnya jumlah titik panas di berbagai wilayah Sumatera Selatan.
Data BPBD Provinsi Sumsel hingga 10 Juli 2026 mencatat terdapat 2.342 hotspot yang terpantau sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, 493 titik panas muncul hanya dalam sepuluh hari pertama Juli, menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai.
Kabupaten OKU termasuk daerah yang masuk dalam daftar wilayah dengan jumlah hotspot cukup tinggi.
Hingga 10 Juli, BPBD Sumsel mencatat 65 titik panas berada di wilayah OKU. Angka tersebut berada di bawah Kabupaten Musi Banyuasin dengan 89 hotspot, Muara Enim sebanyak 71 titik, serta Ogan Komering Ilir yang mencatat 67 titik panas.
Status Siaga Darurat Sudah Ditetapkan
Sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September, Pemerintah Kabupaten OKU telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Asap Akibat Karhutla.
Status tersebut berlaku mulai 8 Juni hingga 30 September 2026 sebagai dasar percepatan upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sekda Alva Elan memastikan seluruh bantuan yang diterima akan segera ditempatkan dalam kondisi siap operasional agar dapat digunakan sewaktu-waktu selama masa siaga darurat berlangsung.
Dengan dukungan peralatan baru tersebut, pemerintah berharap respons terhadap kejadian karhutla dapat dilakukan lebih cepat sehingga risiko meluasnya kebakaran maupun dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin.(red)




