MI Jam’iyatul Qurro KH. Burlian Padang Bindu Gelar Workshop Penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta
Baturaja OKU-Sumsel, Abdi Jurnalis – Jika sebelumnya pada Selasa pagi lalu (1/9/26) menggelar sholat istisqo atau sholat minta hujan sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Jam’iyatul Qurro KH. Burlian Padang Bindu kembali menggelar kegiatan berupa Workshop Penguatan Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 Melalui “Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta” pada Sabtu pagi (5/9/26).
Dalam kata sambutannya, Kepala MI Jam’iyatul Qurro KH. Burlian Padang Bindu Ustad Herdis Darmawan, SE mengatakan seiring berlakunya Keputusan Menteri Agama Nomor 1503 Tahun 2025 sebagai perubahan atas KMA Nomor 450 Tahun 2024, madrasah perlu memperkuat pemahaman dan kesiapan implementasi kurikulum, khususnya pembelajaran mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta KMA 1503 Tahun 2025 menjadi penyempurnaan pedoman implementasi kurikulum madrasah dan perlu diterjemahkan ke dalam perencanaan, pembelajaran, asesmen serta kegiatan kokurikuler di tingkat satuan pendidikan.
“Melalui kegiatan workshop ini diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MI Jam’iyatul Qurro memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan kurikulum terbaru dan mampu menerapkannya dalam pembelajaran yang bermakna, mendalam, berkarakter serta sesuai dengan konteks madrasah. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai forum penguatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan dalam memahami, mengevaluasi, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum madrasah sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta karakteristik MI Jam’iyatul Qurro,” ujarnya.
Diharapkan Ustad Herdis, setelah mengikuti kegiatan workshop guru memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai KMA Nomor 1503 Tahun 2025 dan implementasi kurikulum madrasah, tercipta kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pembelajaran, tersusunnya perangkat pembelajaran yang relevan dengan kurikulum yang diterapkan.
“Tersusunnya perangkat pembelajaran yang relevan dengan kurikulum yang diterapkankan. Teridentifikasi berbagai kendala dalam pelaksanaan kurikulum beserta alternatif solusinya. Tersusunnya program tindak lanjut pengembangan kurikulum. Meningkatkan kualitas proses pembelajaran di MI Jam’iyatul Qurro dan terwujudnya pembelajaran yang lebih baik bermakna dan mendalam serta penguatan karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta,” harapnya.
Sementara itu dalam pesannya di acara pembukaan workshop tersebut, Ketua Yayasan Jam’iyatul Qurro KH. Burlian Muhammad Zahri, S.KM, M.Kes berpesan agar workshop yang diadakan bukan sekedar kegiatan seremonial tapi merupakan ikhtiar bersama untuk menyamakan langkah, memahami perubahan dan yang paling penting menerjemahkan kurikulum ke dalam amal nyata di kelas.
“Saya titip tiga pesan kepada kita semua yang hadir. Pertama, jadikan Al-Qur’an sebagai ruh dari setiap mata pelajaran. Jangan sampai ada dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama. Kedua, Bapak-Ibu guru adalah ujung tombak. Apa yang kita bahas hari ini harus sampai dan dirasakan manfaatnya oleh anak-anak didik kita. Ketiga, mari kita terus belajar dan berkolaborasi. Narasumber adalah ladang ilmu kita hari ini. Manfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya.
Workshop Kurikulum Berbasis Cinta yang pembukaannya ditutup doa dari Ustad Yuhansyah, S.Pd.I ini diisi dua pemateri senior dari Kankemenag OKU yakni Drs. H.Dadang Nurdin, M.Pd.I dan Dr. Churairoh, M.Pd dan juga dihadiri Susnawati Pendiri Yayasan Jam’iyatul Qurro KH. Burlian serta Yulianti, S.Tr.Kes, M.MRS sebagai moderator penyampaian materi workshop.
(Laporan Duan)




