Kakan Haji dan Umroh OKU H. Abdul Muis Minta CJ Umroh Cerdas Dan Selektif Memilih Travel
Baturaja OKU-Sumsel, Abdi Jurnalis – Kepala Kantor (Kakan) Haji dan Umroh Kabupaten OKU H. Abdul Muis, S.Ag meminta para Calon Jemaah (CJ) ibadah umroh cerdas dan selektif dalam memilih travel umroh agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari.
Hal tersebut disampaikan H. Abdul Muis kepada media saat diwawancarai media ini via telepon WAnya pada Kamis pagi (3/9/26).
Lebih lanjut H. Abdul Muis meminta para CJ umroh mencari tahu betul latarbelakang travel umroh yang akan digunakan pada ibadah umroh nantinya.
“Pastikan travel umroh itu sudah berizin resmi dan pastikan juga menyetorkan atau mentransfer langsung uang biaya umrohnya ke travel resmi atau induknya bukan sekedar dititipkan ke agen-agen travel tersebut,” ujarnya.
H. Abdul Muis juga menegaskan, pihaknya rutin melakukan pengawasan dan pengecekan pada travel-travel umroh yang ada di wilayah kerjanya.
“Travel Umroh itu kami datangi, kami cek termasuk kapan mereka akan memberangkatkan CJ Umroh mereka. Tapi itulah, kami cuma sekedar pengawasan bukan bagian penindakan. Namun alhamdulillah setahu kami di Kabupaten OKU ini masih aman. Sering kami hubungi travel-travel umroh yang ada termasuk mencari kendala atau permasalahan yang mereka hadapi terutama travel umroh berasal dari luar OKU,” tegasnya.
Diungkapkan H. Abdul Muis, baru ada tiga Travel Umroh yang induk atau pusatnya di Kabupaten OKU dan sudah berizin resmi yakni Karomah, Babussalam dan Singadilaga. Sementara itu, travel umroh lainnya berasal dari luar Kabupaten OKU.
“Travel-travel yang lain itu, induk atau pusatnya memang resmi. Sementara yang ada disini cuma cabang, ranting atau agenya. Tidak masalah travel umroh dari luar Kabupaten OKU, namanya juga usaha mereka untuk melakukan pemasaran atau promosi. Tapi jangan sampai para agen travel umroh dari luar OKU itu mengaku cabang, jika belum mengantongi izin resmi di Kabupaten OKU. Kalau berani mengaku akan kami datangi. Tapi kalau sekedar mengaku agen, kita tidak bisa menghalangi mereka untuk mencari rezeki. Namanya juga agen, sama dengan marketing atau makelar. Namun yang kami khawatirkan, jangan sampai ada oknum agen bersikap nakal dengan mengambil uang titipan CJ Umroh, tapi tidak disetorkan ke travel pusat atau induknya dikarenakan kemungkinan khilaf ketika memegang uang ratusan juta Rupiah titipan CJ Umrohnya. Oleh karena itulah, kami sering menyarankan kepada CJ Umroh untuk menyetorkan atau mentransfer langsung ke travel pusat atau induknya karena pihak travel umroh resmi biasanya tidak mau rugi kalau sekedar untuk menyelewengkan uang puluhan juta Rupiah. Sebab mereka tidak mau kehilangan uang yang telah mereka depositkan miliaran Rupiah seperti untuk pembuatan visa dan lainnya. Oleh karena itu, travel-travel umroh ini rutin kami kontrol,” ungkapnya.
Diakhir wawancara, H. Abdul Muis menyarankan kepada para agen travel umroh yang berani mengaku cabang di Baturaja atau OKU untuk segera mengurus izinnya menjadi cabang.
“Kalau ingin beroperasi resmi disini, silahkan diurus perizinan resminya, apakah mau menjadi Induk atau cabang.
“Sementara itu buat CJ Umroh, saya sarankan jadilah CJ Umroh yang pintar atau cerdas, sebab uang yang bakal dikeluarkan itu puluhan juta Rupiah, bukan nominal yang sedikit. Adapun, CJ Umroh yang cerdas itu mencari tahu asal dan pusat kantornya, surat izinya. Lalu, transfer uang biaya umroh ke travel induknya bukan titip ke agen. Terakhir, pastikan tanggal berapa keberangkatan bukan hanya menyebutkan bulannya saja tanpa tahu pasti tanggal keberangkatannya,” pungkasnya
(Duan)




