OKU – Langkah nyata dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dengan menghadirkan bus layanan kesehatan keliling yang siap mendatangi warga hingga ke sudut-sudut desa. Program ini menjadi terobosan untuk memastikan pelayanan medis tidak hanya terpusat di kota, tetapi benar-benar menyentuh masyarakat di wilayah terpencil.
Kepala Dinkes OKU, Dedi Wijaya, menegaskan bahwa satu unit bus telah disiapkan khusus sebagai sarana pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Kami ingin pelayanan kesehatan hadir langsung di tengah masyarakat. Bus ini menjadi solusi bagi warga yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan,” ujarnya di Baturaja.
Bus kesehatan tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari tempat tidur pemeriksaan (bed), oksigen, hingga persediaan obat-obatan dasar. Tenaga medis yang bertugas juga membuka layanan konsultasi bagi warga yang ingin menyampaikan keluhan kesehatan.
Program ini perdana digelar di kawasan Lekis, Kelurahan Sekarjaya, Kecamatan Baturaja Timur. Kehadiran bus kesehatan langsung menarik perhatian warga yang memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi tubuh mereka tanpa dipungut biaya.
Dinkes OKU merancang layanan ini untuk menjawab persoalan akses kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota. Dengan sistem jemput bola, petugas medis mendatangi desa-desa sehingga warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh.
Selain pelayanan rutin, bus tersebut juga disiapkan sebagai armada tanggap darurat jika terjadi bencana alam. Mobilitasnya memungkinkan tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lokasi terdampak.
Masyarakat yang ingin wilayahnya dikunjungi bus kesehatan keliling dapat berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat. Selanjutnya, permohonan tersebut akan diteruskan ke Dinas Kesehatan untuk penjadwalan kunjungan.
Melalui inovasi ini, Dinkes OKU berharap pemerataan layanan kesehatan semakin terasa dan tidak ada lagi warga yang terkendala jarak untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Program bus kesehatan keliling menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan gratis yang lebih dekat, cepat, dan merata. ***



