Bukan Sekadar Program, Desa Cantik Jadi Harapan Baru Pembangunan di OKU

admin

BATURAJA – Suasana di pendopo rumah dinas Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) pada awal April 2026 terasa berbeda. Hari itu menjadi titik awal langkah besar bagi pembangunan desa berbasis data melalui peluncuran program Desa Cinta Statistik, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Desa Cantik.

Program ini bukan sekadar seremoni. Ada harapan besar yang disematkan di dalamnya—harapan agar desa-desa di OKU mampu berkembang dengan pijakan data yang akurat dan terpercaya.

Bupati OKU bersama Wakil Bupati secara langsung mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari OPD, camat, hingga kepala desa, untuk bersama-sama mendukung program ini. Pesannya sederhana namun krusial: data yang disampaikan harus benar, nyata, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Menurut Wakil Bupati, keberadaan data statistik yang valid bukan hanya formalitas. Justru dari data itulah arah pembangunan ditentukan. Program apa yang harus didahulukan, kebijakan apa yang perlu diambil, hingga bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat—semuanya berawal dari data yang tepat.

Tahun ini, ada tiga desa yang dipilih untuk mendapatkan pembinaan khusus. Ketiganya adalah Desa Batumarta II dan Desa Marta Jaya di Kecamatan Lubuk Raja, serta Desa Pandan Dulang di Kecamatan Semidang Aji. Pemilihan ini bukan tanpa proses, melainkan melalui tahap verifikasi yang matang sesuai arahan dari pusat.

Kepala BPS OKU menjelaskan bahwa pembinaan akan dilakukan secara intensif. Tujuannya bukan semata-mata untuk mengejar prestasi di tingkat nasional, tetapi lebih kepada membekali aparatur desa agar memahami pentingnya pengelolaan data secara baik dan benar.

Meski begitu, semangat untuk berprestasi tetap menyala. Tahun sebelumnya, salah satu desa di OKU berhasil mencatatkan nama di tingkat nasional sebagai Desa Cantik. Capaian itu kini menjadi pemicu semangat bagi desa-desa lain untuk ikut berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Lebih dari sekadar kompetisi, program ini diharapkan menjadi budaya baru di tingkat desa—budaya yang menjadikan data sebagai dasar dalam setiap langkah pembangunan.

Dengan langkah awal ini, OKU tampaknya tidak hanya ingin membangun desa, tetapi juga membangun cara berpikir yang lebih maju: bahwa kemajuan dimulai dari data yang kuat.

BACA  JUGA