Pengurus Baru Baznas OKU Resmi Dilantik, Ini Target Besarnya

admin

BATURAJA — Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, resmi melantik jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten OKU periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jumat (17/4/2026).

Dalam momen tersebut, Bupati Teddy langsung menyampaikan pesan tegas kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia meminta agar Baznas tidak terjebak pada retorika, melainkan segera bergerak dengan program nyata yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Saya harap langsung bekerja. Tidak perlu banyak bicara, yang penting programnya konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai lembaga resmi pengelola zakat, Baznas memiliki peran penting dalam menghimpun, mengelola, hingga menyalurkan dana zakat kepada masyarakat. Menurut Bupati, zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi umat dan membantu pemerintah mengatasi persoalan sosial.

Dalam pelantikan tersebut, Imam Nuryadin resmi dipercaya sebagai Ketua Baznas OKU. Ia didampingi oleh Agus Mutamsir sebagai Wakil Ketua I, Darman Syafe’i sebagai Wakil Ketua II, Den Hamid sebagai Wakil Ketua III, dan Firdaus sebagai Wakil Ketua IV.

Bupati menekankan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun harus benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi kelompok fakir miskin yang masih cukup besar jumlahnya di OKU.

Menurutnya, distribusi zakat harus mampu menjadi solusi dalam mengurangi kesenjangan sosial antara masyarakat mampu dan kurang mampu.

Ia juga meminta agar pengurus Baznas yang baru segera membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting, terutama dalam menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sebelum melangkah jauh, perkuat dulu internal. Bangun kekompakan dan sinergi. Setelah itu, cari inovasi di luar dan bangun jaringan,” pesannya.

Bupati juga mendorong Baznas untuk lebih agresif menggali potensi zakat di OKU. Sosialisasi dinilai harus dilakukan secara masif, menyasar ASN, pegawai BUMN, BUMD, perusahaan swasta, hingga masyarakat umum.

Selain itu, kemudahan akses pembayaran zakat juga menjadi perhatian. Di era digital saat ini, Baznas diminta mampu menghadirkan layanan yang praktis tanpa meninggalkan prinsip syariat Islam.

Menutup arahannya, Bupati Teddy menyampaikan harapan besar agar pengurus Baznas yang baru mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan pelayanan zakat yang berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Baznas OKU, Imam Nuryadin, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia mengakui bahwa tugas yang diemban bukanlah hal ringan.

“Amanah ini berat. Banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan, dan itu harus kita jangkau bersama,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan target ambisius yang ingin dicapai dalam satu tahun ke depan. Baznas OKU menargetkan mampu mengelola dana hingga Rp2,2 miliar.

Menurutnya, angka tersebut bukanlah target kecil, mengingat saat ini dana yang berhasil dihimpun baru sekitar Rp300 juta.

“Ini menjadi titik awal bagi kami. Kami butuh dukungan semua pihak agar target ini bisa tercapai,” katanya.

Pelantikan ini sekaligus menjadi awal langkah baru bagi Baznas OKU untuk lebih aktif, inovatif, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas. (red)

BACA  JUGA