OKU SELATAN – Duka menyelimuti dunia pendidikan di Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Sumatera Selatan. Seorang guru sekolah dasar, Sri Khodijah (47), meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan di rumahnya sendiri. Terduga pelaku merupakan remaja perempuan berinisial YS (16), yang masih berstatus siswi SMP
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Selasa (9/6) sekitar pukul 09.00 WIB di kompleks perumahan guru SMP Negeri 4 Buay Pemaca, Dusun I, Desa Danau Jaya. Berdasarkan informasi kepolisian, korban diduga memergoki YS berada di dalam rumahnya tanpa izin.
Kapolsek Buay Pemaca, Ipda Redi Saputra, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban pulang ke rumah. Saat masuk ke dalam rumah, korban mendapati terduga pelaku berada di lokasi.
“Diduga karena panik aksinya diketahui, pelaku kemudian melakukan penusukan terhadap korban,” ujar Redi, Minggu (14/6).
Polisi menduga YS masuk ke rumah korban dengan tujuan melakukan pencurian. Namun hingga saat ini, penyidik belum menemukan adanya barang milik korban yang sempat dibawa pelaku.
Saat dipergoki, terduga pelaku diduga mengambil pisau dapur yang berada di rumah tersebut dan menyerang korban. Akibat serangan itu, Sri Khodijah mengalami luka tusuk di bagian perut dan mengalami pendarahan serius.
Meski dalam kondisi terluka parah, korban masih sempat keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. Warga yang mengetahui kejadian itu segera membawa korban ke RSUD Muaradua untuk mendapatkan perawatan medis.
Karena kondisinya terus memburuk, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari, Sri Khodijah dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (11/6).
Petugas kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara mengamankan sebilah pisau dapur sepanjang sekitar 35 sentimeter yang diduga digunakan dalam aksi penusukan tersebut. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna mengungkap rangkaian peristiwa secara lengkap.
Redi mengatakan identitas terduga pelaku telah diketahui. Namun hingga kini YS masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Petugas sempat mendatangi rumah terduga pelaku, tetapi rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong. Polisi menduga YS telah meninggalkan rumah bersama kedua orang tuanya.
“Rumah pelaku sudah kami datangi, namun yang bersangkutan dan orang tuanya sudah tidak ada. Saat ini kami terus melakukan pengejaran,” tegas Redi.
Kasus ini tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/10/VI/2026/SPK/SEK BUAY PEMACA/RES OKUS/POLDA SUMSEL tertanggal 9 Juni 2026. Hingga kini penyidik masih mendalami motif dan seluruh rangkaian kejadian.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan masyarakat karena melibatkan seorang tenaga pendidik sebagai korban dan seorang anak di bawah umur sebagai terduga pelaku. Warga setempat berharap kasus ini segera terungkap sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak. (Red)




